Medan-indonesiaeditorial.com
Empat program studi (Prodi) di Universitas Medan Area (UMA) dipercaya menjadi penyelenggara beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI Tahun 2026.
Keempat prodi itu yakni, Doktor Ilmu Pertanian, Magister Agribisnis, Magister Psikologi dan Magister Manajemen. Terpilihnya keempat prodi itu merupakan bukti meningkatnya kepercayaan pemerintah kepada kampus ini.
Hal itu dikatakan Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc saat Coffee Morning dengan wartawan di Kampus UMA, Jalan Wiliem Iskandar Medan, Senin (16/2/2026)
Pemerintah memberi kepercayaan kepada empat prodi di UMA untuk menjadi penyelenggara beasiswa LPDP. Ini membuktikan UMA sebagai kampus swasta semakin dipandang pada skala nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan proses pendaftaran beasiswa tetap mengikuti mekanisme seleksi nasional, sementara kampus berperan sebagai Liaison Officer (LO) yang memfasilitasi koordinasi administratif. Untuk jenjang doktor, peserta diwajibkan mengikuti wawancara, sedangkan jenjang magister melalui tes seleksi.
Setelah memenuhi syarat dan memperoleh LO, pendaftar dapat melanjutkan ke tahap seleksi pendanaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, UMA juga kerap dimintai pendapat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, salah satunya terkait klasterisasi perguruan tinggi swasta di Indonesia.
“Kami terus leading dalam berbagai prestasi. UMA juga menjadi PTS terbaik pertama dalam publikasi penelitian Scopus di wilayah LLDikti Wilayah I,” katanya.
Saat ini UMA memiliki 14 guru besar, termasuk Rahmad Syah yang menjadi guru besar termuda di bidang sains data pada usia 38 tahun. Ia juga menjabat Wakil Rektor Bidang Mutu, Sumber Daya, dan Perekonomian.
Menurut Dadan, pemerintah melalui Kemendiktisaintek tengah melakukan pengelompokan PTS untuk melihat ciri khas serta potensi masing-masing institusi.
Ia menyebut UMA ikut memberikan masukan dan dinilai sebagai PTS yang layak bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Rahmad menilai perguruan tinggi swasta kini dituntut lebih partisipatif dalam pembangunan bangsa.
“Kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan dampak dari prestasi yang diraih UMA dalam beberapa tahun terakhir. PTS diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat,” ujarnya.
Selain penunjukan tersebut, UMA juga mencatat capaian global melalui pemeringkatan UI GreenMetric. Dalam penilaian terbaru, kampus ini menempati peringkat ke-18 nasional dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang meraih capaian itu.
Penilaian tersebut mengukur komitmen kampus terhadap konsep berkelanjutan, mulai dari pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, hingga integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan dalam riset dan pembelajaran.
Di sisi lain, kampus juga memperluas fleksibilitas sistem penerimaan mahasiswa dengan membuka perkuliahan magister pada semester genap agar memberi alternatif waktu studi bagi pendaftar dari berbagai latar belakang profesi.
Selain itu, diterapkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yakni pengakuan pengalaman kerja, pelatihan, atau sertifikasi sebagai konversi mata kuliah sehingga masa studi dapat ditempuh lebih efisien.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor Bidang Mutu SDM dan Perekonomian Prof Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng; dan Kepala Bidang Humas UMA Zarina Alfandari, S.Psi. (pul)
