Bukan Sekadar Identitas, tetapi Keteladanan
Oleh: Abdul Wahab Absam
Islam bukan sekadar identitas dan ritual. Islam adalah jalan hidup. Karena itu, ukuran keislaman kita tidak cukup hanya dengan pengakuan sebagai Muslim, tetapi sejauh mana kehidupan kita mengikuti teladan Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Tauhid sebagai Fondasi
Islam ala Nabi dimulai dengan tauhid: hanya menyembah Allah dan menggantungkan hidup kepada-Nya.
Ketika mengutus Mu’adz bin Jabal RA. ke Yaman, Rasulullah SAW. menegaskan agar dakwah dimulai dengan tauhid. (HR. Bukhari dan Muslim)
Tauhid bukan sekadar ucapan. Ia harus melahirkan syukur ketika mendapat nikmat, sabar ketika diuji, dan tawakal dalam menjalani kehidupan.
Ibadah yang Membentuk Akhlak
Rasulullah SAW. bersabda:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.” (HR. Bukhari)
Namun salat bukan sekadar gerakan. Allah menegaskan:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Maka ibadah yang benar semestinya melahirkan perubahan akhlak.
Akhlak adalah Wajah Islam
Allah memuji Rasulullah SAW :
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Sayyidah Aisyah Radiaallahu Anha menggambarkan akhlak beliau dengan kalimat yang sangat dalam:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”
(HR. Muslim)
Rasulullah SAW. juga bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
Para ulama seperti Imam An-Nawawi, Ibn Rajab, dan Ibnul Qayyim menempatkan akhlak sebagai bagian penting dari kesempurnaan iman.
Relevan di Era Digital
Islam ala Nabi semakin penting di tengah derasnya informasi.
Al-Qur’an mengingatkan:
فَتَبَيَّنُوا
“Maka periksalah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Rasulullah SAW bersabda: ” Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari ini, menjaga lisan juga berarti menjaga jari-jari kita. Jangan sampai satu unggahan menjadi sumber fitnah, kebohongan dan dosa.
Cinta Nabi Harus Menjadi Keteladanan
Allah SWT berfirman:
إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali Imran: 31)
