Medan ( indonesiaeditorial.com)
Pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menyebut pengangkatan guru honorer madrasah swasta dilakukan tanpa koordinasi dengan Kemenag menuai kecaman keras. Plt Ketua Umum PW PGM Indonesia Sumatera Utara, Abdul Wahab Absam, (31/01/2026) ditanya lewat Whatsapp, menilai pernyataan itu tidak hanya keliru, tapi juga menyudutkan jutaan guru madrasah yang telah puluhan tahun mengabdi.
Menurut AWA panggilan akrab , hampir semua madrasah swasta melaporkan pendirian, data guru, sarana prasarana,
hingga kurikulum ke Kemenag. “Pernyataan Sekjen Kemenag menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap sistem madrasah dan bisa melemahkan pengabdian guru yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi,” tegasnya.
AWA juga mengingatkan fakta bahwa 95 persen madrasah di Indonesia adalah swasta, dan seluruh madrasah negeri awalnya berasal dari madrasah swasta. Pernyataan yang mengabaikan fakta ini dianggap bisa menimbulkan kesalahpahaman publik dan mereduksi penghargaan terhadap guru madrasah.
Sebagai tindak lanjut, PW PGM Indonesia Sumut akan berkoordinasi dengan organisasi profesi guru madrasah lainnya untuk menyusun sikap bersama. AWA menegaskan, “Kemenag harus lebih
berpihak pada guru madrasah dan menghargai pengabdian mereka demi masa depan pendidikan yang lebih jelas.” (W26).
