“Seru/ah (manusia) kepadaja/an Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebat/ah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia/ah yang /ebih mengetahui siapa yang sesat darija/an-Nya dan Dia/ah yang /ebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl 16: 1 25)
Kata dakwah merupakan isim masdar dari kata dala yang diartikan sebagai ajakan kepada Islam. Dakwah dalam bahasa Arab: dalwatan , da’wah; ajakan, kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan akidah, akhlak dan syariat Islam secara sadar dan terencana.
Dakwah merupakan sebuah upaya dalam wujud ucapan maupun perbuatan, yang mengandung seruan atau ajakan kepada orang Iain untuk mengetahui, menghayati, dan mengamalkan ajaranajaran Islam dalam kehidupan seharihari, untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Berdakwah dengan lisan bisa membantu atau memperbaiki kelemahan dakwah yang hanya dilakukan dengan qalam. Walaupun dakwah bil lisan mempunyai kekurangan pada jangkauan dan waktu. Maka da’wah bil lisan dapat diikuti dengan da’wah bil qalam.
Allah SWT berfirman .
Artinya : “Katakan/ah (wahai Muhammad): ‘Ini ada/ahja/anku, aku ada/ah seorang Da’i menyeru keja/an Yusuf 1 2: 108).
Pada ayat ini Allah SWT. mengingatkan kita bahwa setiap diri wajib untuk berdakwah sebagaimana yang diserukan Rasulullah Artinya bahwa setiap muslim terkena kewajiban untuk berdakwah apakah itu bil Qalam atau bil lisan. Tentu disampaikan dengan cara santun dan lemah lembut.
Setiap diri mempunyai kewajiban untuk mendakwahkan Islam. Pendekatan dengan da’wah bil lisan dapat dilakukan dengan cara individual yaitu antara da’i dan mad’u langsung bertatap muka sehingga materi yang disampaikan langsung diterima dan biasanya reaksi yang ditimbulkan oleh mad’u akan langsung dapat diketahui.
Pendekatan seperti ini dilakukan oleh Rosulullah ketika berdakwah secara rahasia.
Meskipun demikian di era modern ini pendekatan personal harus terus dilakukan karena mad’u terdiri dari berbagai karakteristik, disinilah letak elastisitas pendekatan dakwah bil lisan.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : “Sebaik-baik manusia ada/ah yang paling bermanfaat bagi orang lain. ” (HR ath-Thabrani )
Pada masa Nabi, dakwah bil lisan lewat pendidikan yang dilakukan beriringan dengan masuknya Islam kepada para kalangan sahabat.
Begitu juga pada masa kini, kita dapat melihat pendekatan teraplikasi dalam lembaga-lembaga
pendidikan pesantren, pendidikan yanâg bercorak Islam ataupun perguruan tinggi yang didalamnya terdapat materi-materi keIslaman.
dengan pendekatan Dawah bil lisan diskusi menjadi tren yang menarik, yakni daY i berperan sebagai narasumber, sedangkan madu berperan sebagai audiens. Tujuan dari diskusi ini adalah membahas berbagai problematika yang berkaitan dengan tantangan dien Islam dalam menjawab tantangan zaman.
Allah SWT. berfirman .
Artinya : Kamu (umat /s/am) ada/ah umat terbaik yang di/ahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada A//ah. Sekiranya Ah/i Kitab beriman, tentu/ah itü /ebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka ada/ah orang-orang fasik. (QS Ali Imran 3
Teknologi IT saat ini sungguh luar biasa, mennyediakan media dalam berkomunikasi yang sangat canggih, tantangan para Dal i untuk lebih meningkatkan dakwah bil lisan di FB, Zoom, IG, WA, Twitter, Youtub , Grub, Status media. menjadi lebih mudah yang setiap saat dapat dilakukan.
Rasulullah SAW memotivasi umatnya untuk lebih giat berdakwah.
Artinya : “Sampaikan/ah dariku meskipun satu ayat.”
Artinya “Barangsiapa yang menyeru atau menunjukkan kepada k ebaikan, maka bagi dia pahala orang yang mengikutinya.” (HR.
Muslim)
Da’wahi saudara, kerabat, tetangga ataupun rekan kerja bil lisan disertai akhlak yang baik untuk menggapai keridoan Allah SWT.
